Luwak white coffee
Minuman

Penjelasan dan Cara Membuat Kopi Luwak White Coffee

Penjelasan dan Cara Membuat Kopi Luwak White Coffee – Siapa yang suka dengan kopi luwak? Ya, pasti di antara kalian ada yang suka dan ada yang tidak. Kopi luwak adalah minuman yang berasal dari biji kopi yang dipanen dari feses atau kotoran luwak liar yang kemudian di bersihkan dan diolah menjadi minuman yang enak. Rasa yang di hasilkan juga berbeda dari jenis kopi biasanya, kopi luwak cenderung lebih halus dari kopi pada umumnya.

Baca Juga : Cara membuat kopi hitam yang mantap

Kopi jenis ini memang sangat unik maka tak heran jika harganya juga sangat mahal. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga kopi luwak itu sendiri, dari faktor tersebut adalah proses produksi yang panjang, jumlah panen yang tidak sebesar biji kopi biasa, dan rasa kopi yang tidak pekat.

Cara Membuat Kopi Luwak White Coffee
Cara Membuat Kopi Luwak White Coffee

Kopi luwak Indonesia harga di pasaran melebihi Rp 1.000.000,00 per kg. Secangkir kopi luwak di jakarta misalnya, harganya mencapai Rp 70.000,00 per cangkir. Di luar negeri, harga secangkir minuman ini sekitar 35 USD atau RP491,050,00. Dan jika di jual dalam bentuk biji atau bubuk harganya 100 – 600 USD per 450 gramnya.

Bagaimana, mahal kan? Ada juga perbedaan kopi luwak dengan kopi biasa.

Perbedaan Kopi Luwak dan Kopi Biasa

Melalui proses yang sangat panjang dan melelahkan. Tentunya, baik dari rasa dan kandungan zat sudah pasti berbeda dengan kopi biasa maka tak heran jika kopi luwak sangat mahal.

1. Pebedaan rasa

Sekilas dari tampilan dan warna yang dihasilkan tidak berbeda dengan kopi biasa. Tapi untuk aroma dan rasa sudah pasti tidak sama dari kopi biasa. Rasa kopi luwak sangat halus, tidak ada rasa getir, serta ada sedikit asam buah yang menyegarkan kopi luwak Indonesia hampir selalu memiliki rasa rasa fruity yang unik. Dari aroma kopi luwak memiliki bau yang lebih harum dan lebih kuat tidak ada sedikitpun bau feses atau kotoran hewan pada aroma kopi

2. Kandungan Zat

Dari hasil penelitian Universitas Hasanuddin tidak ada perbedaan dari jenis zat yang terkandung pada kopi luwak dengan kopi yang biasanya. Namun, terdapat perbedaan kadar zat yang terkandung di dalamnya.

  • Presentase kadar kafein kopi luwak robusta 1,77% dan luwak arabika 1,74%, sedangkan pada kopi robusta biasa 1,91% dan arabika biasa 1,85%.
  • Presentase protein terkandung dalam kopi luwak robusta 16,23% dan luwak arabika 14,84%, sedangkan pada kopi robusta biasa 18,34% dan arabika biasa 16,72%.
  • Kadar lemak pada kopi luwak robusta 18,45% dan luwak arabika 19,76%, sedangkan pada kopi robusta biasa 16,41% dan arabika biasa 17,37%.

Secara singkat, kadar kafein dan protein pada biji kopi luwak sedikit lebih rendah dari yang kopi biasa. Sedangkaan, kadar lemak pada kopi luwak lebih sedikit lebih tinggi di bandingkan dengan biji kopi pada umumnya. Dari kedua Hasil ini berlaku juga pada biji arabika serta robusta, di mana biji arabika lebih rendah kafein dari robusta.

Cara Membuat Kopi Luwak white coffee

Luwak White Coffee + Chocolate Milk With Silverqueen Toping

Bahan-Bahan:

  • 1 sachet luwak white bebas mau rasa apa aja
  • 1 sachet susu coklat bebas merk apa aja
  • es batu 1 gelas yg mau dipakai buat minum
  • 1/2 air dari gelas tadi
  • silverquenn

Cara Membuat:

  1. Blender es, luwak white coffee, air dan separo susu sachet
  2. Separo susu sisa dari yang sudah di blend pakai untuk hiasan, teteskan di pinggir gelas bagian dalam dengan cara melingkar
  3. Masukan hasil blend tadi pada gelas(puffnya terakhir)
  4. Berikan serutan Silverqueen diatasnya.
  5. Jadi, dan Selamat mencoba.

Itulah penjelasan dari kopi luwak white coffee dan cara membuat kopi luwak white coffee. Bagi kamu yang bimbang apakah kopi luwak itu halal atau haram mari simak penjelasannya.

Kopi luwak halal atau haram?

Perdebatan halal atau haram kopi luwak itu sering muncul di kalangan penikmat kopi yang beragama islam. Faktor utama dari perdebatan adalaah asal usul dan bahannya minuman kopi luwak diproses dari feses hewan luwak, feses memiliki unsur najis atau kotor. Majelis Ulama Indonesia, dengan fatwa nomor 7 tahun 2010, sepakat bahwa minuman dari pencernaan hewan ini termasuk halal. Penetapan fatwa ini dilakukan setelah pertimbangan dari beberapa sumber termasuk Al Quran, Hadist, ilmu fikh, dan penelitian ilmiah.

Menurut juru bicara MUI Asrorun Ni’am. Mengatakan “Kalau dimaknai dengan sederhana, segala hal yang keluar melalui (jalan depan atau jalan belakang) tentunya najis. Akan tetapi, yang keluar dari jalan belakang ini apa? Bagaimana dengan kopi luwak? Bagaimana hukumnya? Tentu itu butuh kajian,” kata Ni’am saat acara soft launching buku Fatwa MUI Tematik di Toko Buku Gramedia. Ni’am menjelaskan, saat penggodokan fatwa kopi luwak, MUI telah memanggil dan memintai penjelasan dari para ahli kopi, ahli pangan dari IPB, serta dokter hewan.

Penjelasan dari para ahli juga dibarengi dengan pengamatan langsung di lapangan. Dari penjelasan pihak-pihak tersebut, kata Ni’am, MUI mendapat kesimpulan bahwa luwak adalah hewan yang memiliki kemampuan alamiah untuk menyeleksi kopi terpilih.

Namun, bagian kopi yang dimakan dan kemudian dicerna oleh luwak bukan biji, melainkan kulit yang berada pada lapisan terluar. “Yang dimakan setelah itu kemudian jadi kotoran itu bukan biji kopinya, meainkan kulit manis warna merah yang berada di luar.

Menurut pakar, sistem pencernaan binatang luwak adalah sistem pencernaan sederhana yang tidak bisa memproses biji kopinya. Jadi, biji kopi yang keluar dari luwak adalah biji kopi seperti biasanya,” papar Ni’am. Penjelasan secara rinci tentang kopi luwak dapat ditemui di buku Fatwa MUI Tematik, yakni buku yang berisi kumpulan fatwa-fatwa MUI dari 1975 sampai 2014.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *