BISNIS.COM Jakarta – Animo masyarakat yang tinggi untuk terlibat dalam perkopian menghadirkan inspirasi bagi SYAIFUL BARI. Dia mendirikan Fulcaff Barista Course, bagian dari jaringan Fulcaff Group sejak 14 Oktober 2010.

Usaha yang terletak di Jalan Raya Kampung Serab / KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat ini memiliki beberapa fokus bisnis yakni kafe, kopi luwak, kopi Indonesia, signature coffee, kemasan kopi, coffee roasting, waralaba Fulcaff.

Pria berusia 31 tahun ini merancang materi kursus yang berbeda dengan penyedia jasa kursus lainnya. Dia melihat tidak semua masyarakat yang ingin ikut ambil bagian dalam perkopian punya modal besar dan mampu membeli mesin kopi yang harganya puluhan bahkan ratusan juta.

“Ada ceruk pasar di situ yang belum digarap oleh pelaku usaha yang lain. Kebanyakan tempat kursus barista mengajarkan penyeduhan pakai mesin, kami justru sebaliknya yakni fokus pada manual,” katanya.

Ada empat kelas kursus yang disediakan Fulcaff Barista Course, yakni manual brewing, coffee roasting, manual espresso dan latte art.

Ada 12 Metode Penyeduhan Manual

Dalam kursus manual brewing, di Fulcaff Barista Course, ada 12 metode penyeduhan yang akan diajarkan kepada peserta kursus, antara lain penyeduhan kopi ala Indonesia (tubruk), ala Italia, ala Vietnam, Turki dan banyak lagi.

Semua alat manual brewing disediakan Syaiful Bari dan dapat digunakan siswa. Mereka juga dapat memilih jenis kopi yang akan diseduh dari 22 varian kopi yang disediakan Fulcaff.

Kemudian, untuk manual espresso yang baru dibuka beberapa bulan terakhir ini, peserta diajarkan untuk dapat membuat espresso yang enak bermodalkan alat seduh manual. Ada juga materi penyeduhan rok presso, handpresso, latte, cappuccino, affogato dan turunan dari espresso lainnya.

Sebagai bentuk promosi dan meningkatkan animo peserta, dia memberi program diskon bagi peserta kelas kursus manual brewing yang ingin melanjutkan ke kursus manual espresso.

Adapun, khusus latte, materi yang diajarkan masih menggunakan mesin. Namun Syaiful mengaku dia sedang menyiapkan bahan pengajaran untuk kelas latte art manual yang diharapkan bisa diluncurkan mulai 2016.

Tarif yang dipatok untuk kursus ini yakni Rp1,5 juta per peserta dengan jumlah siswa 3-5 orang per kelas dan durasi belajar tiga hari masing-masing selama tiga jam. Selain itu, disediakan juga kelas private dengan biaya Rp3 juta per orang.

“Kelas private ini disediakan kalau peserta ingin kelas yang lebih fleksibel, lebih fokus dan lebih personal. Ini pilihan saja bagi orang yang misalnya ingin fokus. Kalau mereka punya waktu banyak, bisa juga magang di kafe setiap Sabtu atau Minggu selama sebulan,” ujarnya.

Prospektif, Syaiful Ingin Dirikan Akademi Kebaristaan

Dengan diferensiasi, ditambah tawaran kesempatan magang, membuat peminat Fulcaff Barista Course tidak pernah sepi. Peminatnya berasal dari Jabodetabek dan luar kota seperti Palembang.

Kebanyakan adalah laki-laki usia muda serta yang menjelang masa pensiun. Mayoritas peserta kursusnya beralasan ikut kelas karena ingin menggeluti usaha di bidang kopi.

Tidak ada syarat khusus untuk mengikuti kursus tersebut dan terbuka bagi orang yang masih belum punya pengetahuan tentang kopi sama sekali.

Hampir setiap akhir pekan ada kelas, yang diampu oleh Syaiful langsung maupun oleh tiga trainer yang membantunya. Di luar itu, ada juga kelas-kelas private yang digelar pada hari kerja.

Dalam sebulan, peminat kursus manual brewing bisa mencapai 15 orang, sementara kelas manual espresso juga hampir sama. Adapun kelas coffee roasting saat ini peminatnya masih terbatas sebab kursus ini biasanya diambil oleh orang yang punya mesin roaster.

Kisaran omzet yang bisa didapatnya saat ini masih di bawah Rp100 juta yang diprediksinya masih akan terus bertumbuh di waktu yang akan datang.

Menurutnya, penyeduhan manual ini masih akan terus berkembang hingga ke daerah-daerah. Dari salah satu peserta kursusnya yang berasal dari Palembang, dia mendengar di daerah tersebut kafe yang menyediakan manual brewing baru ada satu dan saat ini selalu dipadati pengunjung.

“Masyarakat Indonesia suka hal yang baru, jadi prospek manual brewing masih bagus. Dari segi bisnis, jasa kursus dan suplai kopi lebih menjanjikan dibandingkan kafe sehingga ke depan saya sudah berencana membangun akademi barista,” tuturnya.

Kurikulum di akademi juga dirancang lebih padat daripada kursus dengan masa belajar sekitar satu hingga tiga bulan. Syaiful berharap akademi tersebut dapat terealisasi pada tahun depan. Dia sedang mencari lahannya dengan pilihan antara di Jakarta Selatan atau di bilangan Depok.

Koran Bisnis Indonesia, 20 Oktober 2015

http://entrepreneur.bisnis.com/read/20151024/263/485446/strategi-jalankan-kursus-barista-ala-fulcaff