Pada hari Kamis, tanggal 21 Februari 2013, Syaiful Bari selaku founder dan owner Kopi Luwak merek Fulcaff diwawancara oleh salah satu media nasional, REPUBLIKA. Temanya tentang Badan Halal di Indonesia. Judul beritanya Industri Minta Badan Halal Tidak Dimonopoli.

REPUBLIKA – Lahirnya Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU) disambut baik oleh pelaku industri. Dengan munculnya Badan Halal baru diharapkan tidak ada lagi monopoli pada sertifikasi halal untuk produk.

Menurut Pemilik Industri Kopi FULCAFF, Syaiful Bari, semakin banyak Badan Halal yang terbentuk justru kian bagus, sehingga pelaku industri mempunyai banyak pilihan untuk mendapatkan bahkan memperkaya sertifikat halal produknya. Jika Badan Halal dimonopoli, katanya, banyak risiko yang akan ditanggung industri. Misalnya dari sisi biaya jelas tinggi karena tidak ada persaingan. Pelayanan pun menjadi sesuka Badan Halal yang memonopoli.

“Pada prinsipnya monopoli Badan Halal tidak bagus,” kata Syaiful pada REPUBLIKA, Kamis (21/2).

Syaiful menambahkan, meski banyak Badan Halal yang berhak mengeluarkan sertifikasi, namun tetap harus tetap terpercaya. Artinya tetap harus mendapat pengakuan dari pemerintah dan masyarakat.

Badan Halal juga diminta tidak membingungkan pelaku usaha. Karena itu, ia melihat masalah bukan karena banyaknya Badan Halal. Namun lebih pada manajemen dan sistem yang diterapkan.

Sekarang ini, Sertifikasi Halal memang masih terpusat di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan, sertifikasi halal ini terpusat di kantor pusat di Jakarta. Hal semacam itu bisa menyusahkan pengusaha di daerah. Meskipun sistem memeroleh sertifikasi di MUI sudah bagus. Yaitu dapat dilakukan secara online.

Meski belum mengetahui dengan detail tentang BHNU, Syaiful tetap menaruh harapan. Baginya, BHNU harus segera menerapkan sistem yang jelas supaya para pelaku usaha bersedia mencari sertifikat halal di lembaga yang bersangkutan.

“Jika masih awal dan baru embrio, kita lebih memilih yang sudah stabil,” ungkap Pengusaha Kopi dari Kota Depok ini.

Syaiful menambahkan, syarat Badan Halal dipilih masyarakat karena kredibilitas, sistem layanan, serta biaya untuk memeroleh sertifikat halal. (Reporter: Agus Raharjo, Redaktur: Mansyur Faqih). Semoga berita ini bermanfaat bagi Anda semua. Terima kasih.