Sejumlah fakta tentang Binatang Luwak:

Nokturnal: Aktif di malam hari
Arboreal: Pandai memanjat pohon
Karnivora: Pemakan daging
Mamalia: Binatang menyusui
Kanibal: Bisa memangsa anaknya sendiri
Omnivora: Pemakan segala (tanaman dan buah-buahan)
Usia Produktif: 1,5 sampai 15 tahun

Binatang Luwak yang dikenal dengan nama ilmiah paradoxurus hermaphroditus memiliki nilai ekonomis sebagai “mesin” penghasil Kopi Luwak. Selain itu, dagingnya memiliki khasiat menyembuhkan penyakit asma dan hormonnya dapat dipakai sebagai bahan baku pembuatan parfum (civet musk).

Binatang Luwak juga memiliki nilai ekologis sebagai media untuk mempertahankan kelestarian dan keragaman hayati hutan, serta agen permudaan hutan. Sebab, luwak memiliki sistem pencernaan yang sederhana. Karena itu, luwak hanya bisa mencerna jenis pakan yang tidak keras seperti daging dan buah-buahan. Sementara itu, biji-bijian yang keras keluar lagi dari pencernaan sang hewan berupa feses. Itulah kenapa Binatang Luwak hanya mau mengonsumsi buah kopi yang matang dan terbaik.

Dari penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Binatang Luwak sesungguhnya memiliki banyak manfaat. Karena itu, Binatang Luwak harus dilestarikan dengan baik.