Secara sederhana, plagiator adalah penjiplak. Di dunia tulis menulis dikenal dengan sebutan tukang copas (copy paste). Tukang copas biasanya menjiplak karya orang lain untuk kemudian dipublikasikan atas nama sendiri dengan tujuan tertentu dan melalui media tertentu. Dengan melakukan penjiplakan, si tukang copas sudah mengabaikan kejujuran dan etika yang sejatinya wajib dipegang teguh oleh setiap orang, termasuk yang menyebut dirinya pebisnis Kopi Luwak.

Dalam dunia bisnis Kopi Luwak melalui media online, fenomena tukang copas mulai mengemuka. Awas! Biasanya, mereka melakukan copy paste artikel dan Sales Letter karya orang lain tanpa menyertakan sumbernya. Sebagian besar dari tukang copas hanya melakukan sedikit penambahan serta perubahan seperti alamat, nomor telp/hp, nomor rekening dan data diri lainnya. Hal ini bisa dengan mudah diketahui, karena saat ini telah banyak software Plagiarism Checker, gratisan atau berbayar, yang mampu melacak duplicate content.

Sales Letter dan konten situs Kopi Luwak dengan merek dagang Fulcaff milik kami tidak jarang dicopas oleh oknum pebisnis Kopi Luwak di internet yang tidak mau menggunakan hati dan otaknya dengan benar. Padahal, dengan melakukan copas tanpa menyebut sumber aslinya, yang bersangkutan tentu saja telah membohongi pengunjung dan konsumennya. Pada saat yang sama, tukang copas yang dimaksud sudah melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang idealnya harus dihargai dan dijunjung tinggi. Sadarlah, hukum menanti gan….